DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kabar mengenai rencana Pemerintah Belanda mengembalikan 30.000 artefak dan dokumen budaya milik Indonesia mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi dan sejarawan Aceh. Filolog Aceh dan akademisi UIN Ar-Raniry, Hermansyah, yang menilai langkah ini sebagai momen penting dalam sejarah diplomasi budaya antara Indonesia dan Belanda.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Merespon upaya Kemenbud tersebut, Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA), Dr. Teuku Afifuddin, S.Sn., M.Sn., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai penataan situs rumah pahlawan nasional Cut Nyak Dhien adalah langkah penting dalam upaya menjaga warisan budaya dan sejarah bangsa.